Monday, October 6, 2014

Fungsi Sitokinin sebagai Hormon Tumbuh pada Tumbuhan

Fungsi Sitokinin sebagai Hormon Tumbuh pada Tumbuhan - Sitokinin adalah sekelompok hormon tumbuhan dan zat pengatur tumbuh yang mendorong terjadinya pembelahan sel (sitokinesis) di jaringan meristematik. Selain peran utamanya sebagai pengatur pertumbuhan dan diferensiasi sel, sitokinin juga mempengaruhi dominansi pucuk, pertumbuhan kuncup tepi, dan penuaan (senescense) daun. Peran sitokinin pertama kali ditemukan oleh Folke Skoog dalam percobaannya yang memakai santan pada tahun 1940-an sewaktu ia bekerja di Universitas Wisconsin, Madison.

Hormon ini seperti halnya auksin maka sitokinin juga memberikan efek yang bermacam-macam terhadap tanaman.

Kinin atau sitokinin berfungsi untuk mempercepat pembelahan sel, membantu pertumbuhan tunas dan akar. Sitokinin dapat menghambat proses proses penuaan (senescence). Salah satu macam sitokinin adalah kinetin yang terdapat dalam air kelapa muda dan dalam ragi.

Lingkungan biotik yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman di antaranya adalah organisme pengganggu tanaman dan allelopati (zat kimia yang dihasilkan tumbuhan dan mengganggu tumbuhan lainnya).

Terdapat dua tipe sitokinin: tipe adenin dan tipe fenilurea. Tipe adenin diwakili oleh kinetin, zeatin, dan BA. Tipe fenilurea, misalnya adalah difenilurea dan tidiazuron (TDZ), tidak dibentuk oleh tumbuhan. Hampir semua sitokinin tipe adenin dibentuk di bagian perakaran. Jaringan kambium dan bagian-bagian yang sel-selnya masih aktif membelah juga membentuk sitokinin.

Sitokinin dapat bekerja lokal ataupun jarak jauh. Biasanya, sitokinin ditransportasi lewat pembuluh kayu. Dalam menjalankan fungsi fisiologinya, sitokinin kerap kali bekerja bersama-sama dengan auksin.

Fungsi Giberelin sebagai Hormon Tumbuh pada Tanaman

Fungsi Giberelin sebagai Hormon Tumbuh pada Tanaman - Giberelin atau asam giberelat adalah semua anggota kelompok hormon tumbuhan yang memiliki fungsi yang serupa atau terkait dengan bioassay GA1. GA hadir pada hampir sepanjang hidup tumbuhan dan diketahui mengatur perkecambahan, pemanjangan batang, pemicuan pembungaan, perkembangan kepala sari (anther), perkembangan biji dan pertumbuhan perikarp. Selain itu, fitohormon ini juga berperan dalam tanggapan terhadap rangsang melalui regulasi fisiologis yang terkait dengan mekanisme biosintesisnya.

Giberelin ditemukan pada Giberella fujikuroi, yaitu jenis jamur parasit pada tanaman padi. Hormon ini ditemukan pertama sekali di Jepang. Bila auksin hanya merangsang pembesaran sel, maka giberelin merangsang pembelahan sel. Terutama untuk merangsang pertumbuhan primer.

Bedanya dengan auksin adalah bahwa giberelin mempengaruhi perkecambahan dan mengakhiri masa dorman biji, sedangkan auksin tidak. Giberelin dapat bergerak ke dua arah sedangkan auksin hanya ke satu arah.

Giberelin berfungsi untuk menggiatkan pembelahan sel, mempengaruhi pertumbuhan tunas, dan mempengaruhi pertumbuhan akar.

Giberelin pada tumbuhan dapat ditemukan dalam dua fase utama yaitu giberelin aktif (GA bioaktif) dan giberelin nonaktif. Giberelin yang aktif secara biologis (GA bioaktif) mengontrol beragam aspek pertumbuhan dan perkembangan tanaman, termasuk perkecambahan biji, batang perpanjangan, perluasan daun, dan bunga dan pengembangan benih. Hingga tahun 2008 terdapat lebih daripada seratus GA telah diidentifikasi dari tanaman dan hanya sejumlah kecil darinya, seperti GA1 dan GA4, diperkirakan berfungsi sebagai hormon bioaktif.

Giberelin pertama kali dikenali pada tahun 1926 oleh seorang ilmuwan Jepang, Eiichi Kurosawa, yang meneliti tentang penyakit padi yang disebut "bakanae". Hormon ini pertama kali diisolasi pada tahun 1935 oleh Teijiro Yabuta, dari strain cendawan Gibberella fujikuroi. Isolat ini lalu dinamai gibberellin.

Pengaruh Hormon Auksin pada Perpanjangan dan Pembesaran Sel Tanaman

Pengaruh Hormon Auksin pada Perpanjangan dan Pembesaran Sel Tanaman - Auksin merupakan zat tumbuh yang pertama ditemukan. Pengaruh auksin terutama pada perpanjangan atau pembesaran sel. Sifat dasar auksin yang mempengaruhi perpanjangan sel ini sering digunakan sebagai pengukur kecepatan pertumbuhan tanaman.

Beberapa respons pertumbuhan dapat ditunjukkan dan dikendalikan oleh auksin. Fototropisme yang merupakan peristiwa pembengkokan ke arah cahaya dari kecambah yang sedang tumbuh, dapat didasarkan oleh penyebaran auksin pada bagaian tersebut yang tidak merata.

Pengaruh auksin pada perpanjangan sel tanaman dapat digambarkan dari hasil-hasil percobaan sebagai berikut:
  1. Bila ujung batang tanaman Avena sativa dipotong, maka pertumbuhan kaleoptil terhambat, akan tetapi bila ujung batang ini ditempelkan kembali pertumbuhan akan terjadi lagi.
  2. Apabila potongan ujung batang Avena sativa tadi ditaruhkan pada sepotong agar kemudian pada bagian bawahnya diletakkan potongan lainnya maka pertumbuhan kaleoptil akan terjadi juga.
Auksin dibuat di ujung batang dan merangsang pertumbuhan kaleoptil. Auksin merupakan istilah umum dari IAA yang mempengaruhi pertumbuhan batang ke atas dan ke bawah, hormon ini dapat merangsang ataupun menghambat pertumbuhan tanaman tergantung pada konsentrasinya.

Selain itu, konsentrasi auksin yang sama dapat memberikan efek berlainan pada pertumbuhan batang. pucuk, dan akar. Seperti fototropisme (pertumbuhan ke arah cahaya), geotropisme (pertumbuhan ke arah bumi). Auksin dibentuk dalam ujung kaleoptil bergerak ke bawah (basipetal).

Auksin berfungsi untuk: merangsang perpanjangan sel merangsang pembentukan bunga dan buah memperpanjang titik tumbuh.

Senyawa auksin bila terkena matahari akan berubah menjadi senyawa yang justru akan menghambat pertumbuhan. Hal inilah yang menyebabkan batang membelok ke arah datangnya sinar bila diletakkan mendatar, karena bagian yang tidak terkena sinar pertumbuhannya lebih cepat dari bagian yang terkena sinar sinar.

3 Hormon Tanaman Paling Penting Sebagai Zat Tumbuh Tumbuhan

3 Hormon Tanaman Paling Penting Sebagai Zat Tumbuh Tumbuhan - Hormon (zat tumbuh) adalah suatu senyawa organik yang dibuat pada suatu bagian tanaman dan kemudian diangkut ke bagian lain, yang konsentrasinya rendah dan menyebabkan suatu dampak fisiologis. Diferensiasi tanaman juga diatur oleh hormon (yaitu fithormon).

Dalam dunia tumbuhan dikenal hormon tumbuh seperti auksin, giberelin, sitokinin, asam absisi, etilen, asam traumalin, dan kalin.

1. Auksin. Hormon auksin merupakan zat tumbuh yang pertama ditemukan. Pengaruh auksin terutama pada perpanjangan atau pembesaran sel. Sifat dasar auksin yang mempengaruhi perpanjangan sel ini sering digunakan sebagai pengukur kecepatan pertumbuhan tanaman.

Beberapa respons pertumbuhan dapat ditunjukkan dan dikendalikan oleh auksin. Fototropisme yang merupakan peristiwa pembengkokan ke arah cahaya dari kecambah yang sedang tumbuh, dapat didasarkan oleh penyebaran auksin pada bagian tersebut yang tidak merata.

2. Giberelin. Hormon Giberlin ditemukan pada Giberella fujikuroi, yaitu jenis jamur parasit pada tanaman padi. Hormon ini ditemukan pertama sekali di Jepang. Bila auksin hanya merangsang pembesaran sel, maka giberelin merangsang pembelahan sel. Terutama untuk merangsang pertumbuhan primer.

3. Kinin atau sitokinin. Hormon Kinin atau sitokinin seperti halnya auksin maka sitokinin juga memberikan efek yang bermacam-macam terhadap tanaman. Zat ini mempercepat pembelahan sel, membantu pertumbuhan tunas dan akar. Sitokinin dapat menghambat proses proses penuaan (senescence).

Saturday, October 4, 2014

Cara Budidaya Kacang Tanah di Pekarangan Halaman Rumah dengan Polybag

Cara Budidaya Kacang Tanah di Pekarangan Halaman Rumah dengan Polybag - Sama dengan budidaya cabe dalam karung, kacang tanah juga bisa dibudidayakan menggunakan karung bekas atau polybag. Hal ini sebagai salah satu alternatif sempitnya lahan perkebunan. Mungkin di pedesaan tidak begitu penting, mengingat di pedesaan lahan pertanian masih sangat luas. Namun di beberapa daerah yang lahan pertaniannya sempit, hal ini akan menjadi solusi.

Tujuan utama budidaya kacang panjang dalam karung atau polybag di sini adalah dalam upaya untuk memanfaatkan lahan pekarangan atau halaman rumah kita yang dibiarkan kosong atau paling ditanami bunga saja.

Dengan sedikit kreatifitas dan ketekunan, maka halaman rumah bisa kita sulap sebagai penghasil sayuran dan tanaman warung hidup lainnya, yang salah satunya adalah kacang panjang.

Pemerintah juga telah mencanangkan sebuah program yang berbasis lingkungan, yaitu Program Pemanfaatan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Warung Hidup atau Apotik Hidup.

Cara Budidaya Kacang Tanah di Pekarangan Halaman Rumah dengan Polybag

Usaha pemerintah ini didasarkan atas beberapa hal, yang salah satunya adalah untuk mengatasi mahalnya harga sayuran di pasaran di daerah perkotaan, apalagi pada hari-hari tertentu, seperti hari raya.

Dengan pemanfaatan pekarangan halaman rumah untuk budidaya kacang panjang dalam karung atau polybag, setidaknya dapat mencukupi kebutuhan rumah tangga akan sayuran hijau yang sangat bermanfaat untuk kesehatan kita.

Cara budidaya kacang panjang dalam polybag sangatlah mudah, yaitu:
  1. Sediakan tanah pekarangan
  2. Tambahkan pupuk kandang yang telah menjadi tanah (jangan pupuk kandang yang masih baru)
  3. Jika terpaksa menggunakan pupuk kandang yang masih baru, maka harus dilakukan pengomposan terlebih dahulu.
  4. Campurkan tanah pekarangan dangan pupuk kandang, aduk dengan cangkul hingga rata.
  5. Perbandingan pupuk kandang dengan tanah adalah 1 banding 1.
  6. Setelah campuran siap, masukkan ke dalam polybag setengah tinggi polybag, dengan maksud, setelah 15 hingga 30 hari kita tambahkan lagi media tersebut untuk menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman.
  7. Setelah media siap, tanam bibit kacang panjang yang telah di semai atau bisa saja langsung bijinya yang kita tanam.
  8. Langkah selanjutnya adalah perawatan dengan melakukan penyiraman secukupnya.
  9. Jika tanaman sudah mulai tumbuh, berikan bilah bambu sebagai penopang.
Demikian Cara Budidaya Kacang Tanah di Pekarangan Halaman Rumah dengan Polybag, selamat mencoba semoga sukses.

Pentingnya Zat Hara dan Air sebagai Nutrisi Tanaman untuk Tumbuh dan Berkembang

Pentingnya Zat Hara dan Air sebagai Nutrisi Tanaman untuk Tumbuh dan Berkembang - Hara dan air memegang peranan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Salah satu fungsi dari kedua bahan ini adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup.

Pertumbuhan yang terjadi pada tanaman (sampai batas tertentu) disebabkan oleh tanaman mendapatkan hara dan air.

Bahan baku pada proses fotosintesa adalah hara dan air yang nantinya akan diubah tanaman menjadi makanan. Tanpa kedua bahan ini pertumbuhan tidak akan berlangsung.

Hara dan air umumnya diambil tanaman dari dalam tanah dalam bentuk ion. Unsur hara yang dibutuhkan tanaman dapat dibagi atas dua kelompok yaitu hara makro dan mikro.

Pentingnya Zat Hara dan Air sebagai Nutrisi Tanaman untuk Tumbuh dan Berkembang

Hara makro adalah hara yang dibutuhkan tanaman dalam jumlah besar sedangkan hara mikro dibutuhkan dalam jumlah kecil.

Nutrien yang tergolong ke dalam hara makro adalah:
  1. Carbon
  2. Hidrogen
  3. Oksigen
  4. Nitrogen
  5. Sulfur
  6. Posfor
  7. Kalium
  8. Calsium
  9. Ferrum
Sedangkan yang termasuk golongan hara mikro adalah:
  1. Boron
  2. Mangan
  3. Molibdenum
  4. Zinkum (seng)
  5. Cuprum (tembaga)
  6. Klor
Jika tanaman kekurangan dari salah satu unsur tersebut diatas maka tanaman akan mengalami gejala defisiensi yang berakibat pada penghambatan pertumbuhan.

3 Fungsi Tanah yang Utama dalam Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

3 Fungsi Tanah yang Utama dalam Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman - Tanah merupakan komponen hidup dari lingkungan yang penting dalam mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Tanahlah yang menentukan penampilan tanaman. Kondisi kesuburan tanah yang relatif rendah akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan tanaman dan akhirnya akan mempengaruhi hasil.

Pengaruh keadaan tanah dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:
  1. Keadaan fisik tanah, yang ditentukan oleh struktur dan tekstur tanah, karenanya pengaruhnya terhadap aerasi dan drainase tanah.
  2. Keadaan kimia tanah yang ditentukan oleh kandungan zat hara di dalam tanah.
  3. Keadaan biologi tanah yang ditentukan oleh kandungan mikro/makro flora dan fauna tanah yang bertindak sebagai resiklus hara dalam tanah (dekomposisi).
Data kesuburan kimia, fisika dan biologi suatu lahan merupakan data awal yang harus diketahui sebelum melakukan budidaya tanaman.

Pengelolaan lingkungan menimbulkan beberapa persoalan pada erosi tanah, pergantian iklim, pola drainase dan pergantian dalam komponen biotik pada ekosistem.

3 Fungsi Tanah yang Utama dalam Mendukung Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman

Pada tahun 1977 State of World Environment Report (UNEP), memperingatkan bahwa, tanah yang dapat ditanami terbatas, hanya ± 11% permukaan bumi dapat diusahakan untuk pertanian. Secara total 1.240 juta ha untuk populasi 4.000 juta (rata-rata 0,31 ha/orang). Area ini pada tahun 2.000 akan tereduksi sampai hanya tinggal 940 juta ha dengan populasi penduduk dunia 6.250 juta. Sehingga perbandingan lahan/orang tinggal 0,15 ha saja. Ini merupakan suatu peringatan dan memerlukan perhatian segera.

Pengaruh zat hara pada pertumbuhan tanaman digambarkan oleh Liebig dengan hukum minimumnya yang berbunyi “pertumbuhan atau hasil optimum ditentukan oleh faktor atau hara yang berada pada keadaan minimum".

Dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan tanaman terdapat 3 fungsi tanah yang utama, yaitu:
  1. Memberikan unsur-unsur mineral, melayaninya baik sebagai medium pertukaran maupun sebagai tempat persediaan.
  2. Memberikan air dan sebagai tempat cadangan air dimuka bumi.
  3. Sebagai tempat berpegang dan bertumpu untuk tegak.