Monday, August 25, 2014

Jenis Jenis Produk Pertanian yang Berkembang Pesat di Indonesia

Jenis-Jenis Produk Pertanian yang Berkembang Pesat di Indonesia - Produk budidaya tanaman di Indonesia saat ini mulai berkembang cukup pesat seiring banyak ditemukannya varietas unggul yang baru. Produk tanaman dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu: 1) Produk dari teknik budidaya yang dapat digunakan langsung, dan 2) Benih atau bibit yang merupakan produk pertanian untuk mempertahankan kelangsungan budidaya.

Kedua produk tanaman ini memiliki prinsip yang berbeda dalam pengelolaannya. Pengelolaan untuk menghasilkan benih/bibit mencakup 2 prinsip. yaitu:
  1. Prinsip genetis, dalam prinsip ini teknik budidaya diarahkan untuk menghasilkan benih/bibit yang bermutu genetik tinggi yakni; murni genetik, jelas varietas, atau benar tipe.
  2. Prinsip agronomis, prinsip ini mengarahkan teknik budidaya untuk menghasilkan benih bermutu fisiologis dan mutu fisik yang tinggi, selain hasilnya juga tinggi.
Jenis Jenis Produk Pertanian yang Berkembang Pesat di Indonesia

Spesies tanaman yang dimanfaatkan oleh manusia dalam budidaya tanaman di dunia ini mencapai 20.000 spesies. Produk terbesar dalam budidaya tanaman yaitu tanaman bahan pangan yang berupa, seperti:
  1. gandum
  2. padi
  3. jagung
  4. kentang
Peningkatan kebutuhan akan bahan pangan, sandang, dan pangan pada jenis tertentu akan menghasilkan temuan varietas baru yang unggul hanya pada jenis yang diminati saja, sedangkan pada
jenis lainnya relatif lebih lambat.

Produk bahan makanan dunia yang berfungsi sebagai makanan pokok dunia peningkatan produksinya relatif lebih cepat dibandingkan dengan jenis makanan lainnya. Peningkatan produksi pertanian dunia sangat tergantung pada bagaimana pelaku pertanian melaksanakan teknik budidayanya.

Beberapa produk pertanian yang saat ini berhasil berkembang cukup berarti di Indonesia antara lain:
  1. Tepung, beras, ubi kayu, jagung, gandum
  2. Buah-buahan: jeruk, pisang, mangga, dan lain-lain
  3. Sayur-sayuran: kubis, kentang
  4. Kacang-kacangan: kacang tanah, kedelai
  5. Ikan segar, udang, telur, susu, dairy produk
  6. Daging ayam, sapi, kerbau
  7. Makanan jadi, minuman
  8. Ternak, hasil peternakan, makanan ternak

Pentingnya Mengetahui Lingkup Budidaya Tanaman agar Sukses

Pentingnya Mengetahui Lingkup Budidaya Tanaman agar Sukses - Dalam melakukan usaha budidaya tanaman, misalnya budidaya cabe, terong, tomat, dan sayuran lainnya, kita sedikit banyak harus mengetahui lingkup budidaya agar dapat meminimalisir kesalahan dan hal-hal fatal yang mengakibatkan kegagalan dalam usaha budidaya tanaman. Apalagi jika budidaya tanaman yang kita lakukan dalam jumlah yang besar dengan modal yang besar pula.

Berikut ini sedikit tentang lingkup budidaya tanaman yang dapat kita pelajari agar bisa sukses dalam menjalankan budidaya tanaman.

Lingkup dari budidaya tanaman terdiri dari bidang ilmu, yaitu:
  1. Pemuliaan tanaman
  2. Teknologi benih
  3. Pengolahan
  4. Teknik budidaya
  5. Pengendalian hama, penyakit dan gulma
  6. Pemanenan
Pentingnya Mengetahui Lingkup Budidaya Tanaman agar Sukses

Seluruh lingkup budidaya tanaman berada dalam konteks yang padu. Satu sama lain dan mempunyai hubungan timbal balik yang erat.

Kegiatan budidaya tanaman itu sendiri mengandung 3 faktor utama, yaitu:
  1. Tanaman.
  2. Lingkungan tumbuh atau lapang produksi dan teknik budidaya atau pengelolaan.
  3. Produk tanaman.
Tanaman pertanian adalah tumbuh-tumbuhan yang dikelola manusia pada batas tingkat tertentu. Jumlah spesies yang termasuk kedalam tanaman pertanian ini cukup banyak mencapai 20.000 spesies
lebih. Meningkatnya peradaban dan kebudayaan manusia serta pemenuhan kebutuhan pangan, sandang dan papan akan menambah jumlah spesies yang termasuk ke dalam tanaman pertanian.

Tanaman mengalami dua tahap perkembangan, yaitu:
  1. tahap perkembangan vegetatif
  2. tahap perkembangan reproduktif
Tahap perkembangan vegetatif meliputi perkecambahan benih, pemunculan dan pertumbuhan bibit dan menjadi tanaman dewasa. Sedangkan tahap perkembangan reproduktif meliputi pembentukan bunga, pembentukan, pemasakan dan pematangan biji.

Lingkungan tumbuh tanaman dapat digolongkan ke dalam 2 lingkungan, yaitu:
  1. lingkungan abiotik berupa tanah atau medium/substrat lainnya dan iklim atau cuaca.
  2. lingkungan biotik berupa makhluk hidup lainnya.
Tanah atau medium/substrat merupakan pemasok hara dan air yang diperlukan tanaman selain sebagai tempat hidup komponen biotik, baik yang menguntungkan maupun yang merugikan.

Iklim terdiri dari unsur-unsur seperti udara, angin, suhu, kelembaban udara, cahaya matahari, dan hujan.

Lingkungan biotik meliputi:
  1. hama
  2. penyakit
  3. gulma yang merugikan dan makhluk lainnya yang menguntungkan tanaman.
Lingkungan tumbuh yang baik memungkinkan produksi tanaman yang baik juga. Tanaman dengan lingkungan tumbuhnya saling berinteraksi dan mempengaruhi satu sama lain.

Aspek Pemuliaan Fisiologi Ekologi Tanaman pada Aspek Budidaya

Aspek Pemuliaan, Fisiologi, dan Ekologi Tanaman pada Aspek Budidaya Tanaman - Banyak aspek yang harus kita ketahui dalam hal budidaya tanaman, yaitu yang dikenal dengan sspek budidaya - Aspek budidaya meliputi tiga aspek pokok, yaitu: 1) Aspek pemuliaan tanaman. 2) Aspek fisiologi tanaman. 3) Aspek ekologi tanaman. Ketiga aspek ini merupakan suatu gugus ilmu tanaman (crop science) yang langsung berperan terhadap budidaya tanaman dan sekali gus terlihat pada produksi tanaman.

1. Aspek Pemuliaan Tanaman
 
Hasil pemuliaan tanaman, berupa varietas yang memiliki berbagai sifat unggul. Akan tetapi sifat unggul ini hanya akan muncul bila teknik budidaya yang dilakukan sesuai dengan sifat yang diinginkan varietas unggul tersebut. Dengan kata lain keberhasilan dalam penggunaan varietas unggul sangat tergantung pada bagaimana pelaku budidaya telah melakukan tindak budidayanya secara benar.

Aspek Pemuliaan Fisiologi Ekologi Tanaman pada Aspek Budidaya

Peningkatan produksi pangan tidak hanya mengandalkan penemuan-penemuan varietas baru yang mempunyai kelabihan-kelebihan tertentu, tetapi juga harus memperbaiki metoda atau teknik budidayanya serta mengusahakan cara bertanam yang benar. Pemulia tanaman terus berupaya untuk menghasilkan berbagai modifikasi keunggulannya guna mencapai peningkatan kebutuhan manusia.

Aspek Pemuliaan Fisiologi Ekologi Tanaman pada Aspek Budidaya

1. Aspek Fisiologi Tanaman
 
Aspek fisiologis dalam teknik budidaya tanaman mencakup segenap kelakuan tanaman dari taraf benih sampai taraf panen.

1. Aspek Ekologi Tanaman
 
Ekologi tanaman merupakan seluruh faktor di luar tanaman utama (baik biotik maupun abiotik) yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Tuesday, August 12, 2014

Sejarah Perkembangan Budidaya Tanaman Pertanian Dunia

Sejarah Perkembangan Budidaya Tanaman Pertanian Dunia - Tindak Budidaya Tanaman - Kegiatan pertanian (budidaya tanaman) merupakan salah satu kegiatan yang paling awal dikenal peradaban manusia dan mengubah total bentuk kebudayaan.

Para ahli prasejarah umumnya bersepakat bahwa pertanian pertama kali berkembang sekitar 12.000 tahun yang lalu dari kebudayaan di daerah “bulan sabit yang subur” di Timur Tengah, yang meliputi daerah lembah Sungai Tigris dan Eufrat terus memanjang ke barat hingga daerah Suriah dan Yordania sekarang. Bukti-bukti yang pertama kali dijumpai menunjukkan adanya budidaya tanaman biji-bijian (serealia, terutama gandum, kurma dan polong-polongan pada daerah tersebut. Pada saat itu, 2000 tahun setelah berakhirnya Zaman Es terakhir di era Pleistosen, di dearah ini banyak dijumpai hutan dan padang yang sangat cocok bagi mulainya pertanian.

Budidaya tanaman telah dikenal oleh masyarakat yang telah mencapai kebudayaan batu muda (neolitikum), perunggu dan megalitikum. Pertanian mengubah bentuk-bentuk kepercayaan, dari pemujaan terhadap dewa-dewa perburuan menjadi pemujaan terhadap dewa-dewa perlambang kesuburan dan ketersediaan pangan.

Teknik budidaya tanaman lalu meluas ke barat (Eropa dan Afrika Utara, pada saat itu Sahara belum sepenuhnya menjadi gurun) dan ke Timur (hingga Asia Timur dan Asia Tenggara). Bukti-bukti di Tiongkok menunjukkan adanya budidaya jewawut (millet) dan padi sejak 6000 tahun sebelum Masehi.

Sejarah Perkembangan Budidaya Tanaman Pertanian Dunia

Masyarakat Asia Tenggara telah mengenal budidaya padi sawah paling tidak pada saat 3000 tahun SM dan Jepang serta Korea sejak 1000 tahun SM. Sementara itu, masyarakat benua Amerika mengembangkan tanaman dan hewan budidaya yang sejak awal sama sekali berbeda.

Budidaya sayur-sayuran dan buah-buahan juga dikenal manusia telah lama. Masyarakat Mesir Kuno (4000 tahun SM) dan Yunani Kuno (3000 tahun SM) telah mengenal baik budidaya anggur dan zaitun.

Teknik budidaya tanaman pada zaman dahulu tidak dikelompokkan kedalam teknik budidaya, karena pada saat itu belum melakukan tindak budidaya tanaman, karena sifatnya masih mengumpulkan dan mencari bahan pangan.

Suatu kegiatan dimasukkan ke dalam tindak budidaya dikatakan apabila telah melakukan 3 hal pokok yaitu:
  1. Melakukan pengolahan tanah
  2. Pemeliharaan untuk mencapai produksi maksimum
  3. Tidak berpindah-pindah
Pada umumnya kegiatan budidaya tanaman terkait dengan tingkat pengetahuan manusia pada masa itu. Relevansi dari peradaban tersebut terwujud pada kesadaran untuk melaksanakan tindak budidaya. Tindak awal dari dimulainya teknik budidaya dimulai dengan menetapnya seorang peladang menempati suatu areal pertanaman tertentu.

Teknik budidaya yang sudah maju ditandai oleh adanya:
  1. Lapang produksi
  2. Pengelolaan yang berencana
  3. Memiliki minat untuk mencapai produksi maksimum dengan menerapkan berbagai ilmu dan teknologi.
Tingkatan teknik budidaya tanaman berjenjang dari yang paling sederhana sampai yang maju/canggih. Nilai kegiatan budidaya tersebut tergantung pada tingkat ketiga dari teknik budidaya.

Tingkatan tindak budidaya tanaman dicerminkan juga oleh tingkatan pengelolaan lapang produksi. Pengelolaan yang paling sederhana sampai pengelolaan yang paling maju, yaitu teknik budidaya yang telah melakukan pengelolaan terhadap unsur iklim, air, tanah dan udara. Pada kelompok ini pelaku budidaya telah dapat mengestimasi produksi maksimumnya dan panen yang tepat waktu.

Sebagaimana diketahui ketepatan saat panen sangat menentukan nilau jual suatu produk. Intensifikasi
dalam pengelolaan lapang produksi diikui juga oleh meningkatnya sarana agronomi baik bahan atau jasa.

Pengertian Budidaya Tanaman sebagai Penyedia Bahan Pangan

Pengertian Budidaya Tanaman sebagai Penyedia Bahan Pangan selalu Ada - Keperluan akan bahan pangan senantiasa menjadi permasalahan yang tidak putus-putusnya. Kekurangan pangan seolah-olah sudah menjadi persoalan akrab dengan manusia. Kegiatan pertanian yang meliputi budaya bercocok tanam merupakan kebudayaan manusia paling tua.

Sejalan dengan peningkatan peradaban manusia, teknik budidaya tanaman juga berkembang menjadi berbagai sistem. Mulai dari sistem yang paling sederhana sampai sistem yang canggih. Berbagai teknologi budidaya dikembangkan guna mencapai produktivitas yang diinginkan.

Istilah teknik budidaya tanaman diturunkan dari pengertian kata-kata teknik, budidaya, dan tanaman. Teknik memiliki arti pengetahuan atau kepandaian membuat sesuatu, sedangkan budidaya bermakna usaha yang memberikan hasil.

Kata tanaman merujuk pada pengertian tumbuh-tumbuhan yang diusahakan manusia, yang biasanya telah melampaui proses domestikasi.

Pengertian Budidaya Tanaman sebagai Penyedia Bahan Pangan

Teknik budidaya tanaman adalah proses menghasilkan bahan pangan serta produk-produk agroindustri dengan memanfaatkan sumberdaya tumbuhan.

Cakupan obyek budidaya tanaman meliputi tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Sebagaimana dapat dilihat, penggolongan ini dilakukan berdasarkan objek budidayanya: Budidaya tanaman, dengan obyek tumbuhan dan diusahakan pada lahan yang diolah secara intensif. Kehutanan, dengan obyek tumbuhan (biasanya pohon) dan diusahakan pada lahan yang setengah liar.

Budidaya tanaman memiliki dua ciri penting yaitu:
  1. Selalu melibatkan barang dalam volume besar
  2. Proses produksinya memiliki risiko yang relatif tinggi.
Dua ciri khas ini muncul karena pertanian melibatkan makhluk hidup dalam satu atau beberapa tahapnya dan memerlukan ruang untuk kegiatan itu serta jangka waktu tertentu dalam proses produksi.

Beberapa bentuk pertanian modern (misalnya budidaya alga, hidroponika telah dapat mengurangkan ciri-ciri ini tetapi sebagian besar usaha pertanian dunia masih tetap demikian.

Tuesday, June 24, 2014

Keuntungan Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Cabe Rawit dalam Karung

Keuntungan Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Cabe Rawit dalam Karung - Cabe adalah tanaman bumbu dapur yang disukai banyak orang. Cabe memberikan rasa atau tepatnya sensai pedas pada sebuah masakan yang dapat menggugah selera makan kita. Banyak keuntungan yang bisa kita petik dari pekarangan rumah kita. Halaman depan rumah, samping kiri dan kanan, ataupun halaman belakang rumah. Kuncinya adalah ketelatenan.

Dari sekedar iseng menanam cabe untuk kebutuhan dapur sendiri, bisa kita kembangkan menjadi budidaya yang menguntungkan. Keuntungan yang akan kita peroleh dari budidaya cabe dalam karung ini antara lain adalah:

Keuntungan Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Cabe Rawit dalam Karung

  1. Dapat memenuhi kebutuhan dapur kita tanpa membeli
  2. Jika hasil cabenya melimpah, bisa kita bagikan ke tetangga kita untuk mempererat tali silaturahmi.
  3. Jika tetap saja masih melimpah, bisa kita jual untuk menambah penghasilan keluarga kita.
  4. Sebagai tanaman di halaman rumah kita, tanaman cabe juga bisa berfungsi sebagai penghian halaman rumah sebagai tanaman hias.
  5. Sebagai tanaman hias, ketika kita memandang cabe yang tumbuh subur dengan daun yang hijau akan dapat mengurangi stress akibat pekerjaan sehari-hari.
  6. Sebagai media pembelajaran untuk anak-anak kita, bahwa sesuatu yang dianggap sepele, jika ditangani dengan bagus akan menghasilkan sesuatu yang besar pula.
  7. Dengan adanya tanaman cabe di halaman rumah kita, akan menyediakan oksigen bagi keperluan kita bernafas.
  8. Selain itu, tanaman juga bida menyerap racun yang ada di udara yang dapat membahayakan kesehatan kita.
Keuntungan Memanfaatkan Pekarangan Rumah untuk Budidaya Cabe Rawit dalam Karung

Ternyata begitu banyak manfaat yang bisa kita ambil dari sekedar iseng menanam cabe di pekarangan rumah kita. Hal ini juga telah dianjurkan oleh pemerintah dalam program optimalisasi pekarangan rumah dengan tanaman palawija.

Untuk memulai budidaya cabe dalam karung, bisa kita baca pada:

Cara Budidaya Cabe Rawit Mudah Memanfaatkan Karung Bekas

Cara Budidaya Cabe Rawit Mudah Memanfaatkan Karung Bekas - Searang ini sedang marak budidaya palawija di pekarangan rumah dengan menggunakan karung bekas atau dalam istilah gaulnya sistem bag culture. Salah satunya adalah budidaya cabe menggunakan karung bekas. Berawal dari iseng menyemai cabe yang telah masak dari dapur. Muncul ide, mengapa tidak ditanam dalam jumlah yang banyak? Bukan hanya sekedar untuk kebutuhan dapur saja.

Peralatan dan bahan yang diperlukan untuk budidaya cabe rawit dalam karung yaitu cangkul besar dan kecil, karung bekas, pupuk kandang, dan tanah pekarangan. Jangan lupa ember untuk menyiram tanaman.

Langkah pertama adalah menyemai cabe. Bibit cabe tidak perlu kita beli. Kita bisa menyemai sendiri dengan mengambil cabe dari dapur yang sudah tua. Cukup 3 sampai 5 butir cabe kita semaikan, akan tumbuh banyak sekali pohon cabe.

Cara Budidaya Cabe Rawit Mudah Memanfaatkan Karung Bekas

Setelah biji cabe kita semaikan, selanjutnya kita:
  1. Siapkan media tanam berupa pupuk kandang dan tanah pekarangan.
  2. Siapkan karung bekas, baik dari rumah sendiri kalau ada atau bisa membeli di toko terdekat.
  3. Karung yang saya pakai adalah karung bekas beras bantuan dari pemerintah, yaitu karung bulog raskin yang saya beli dengan harga Rp. 500,00 per buah.
  4. Setelah media tanam kita siapkan, selanjutnya kita masukkan ke dalam karung bekas dengan tinggi kira-kira 20 cm, sementara kelebihan tinggi karung kita lipat sedemikian rupa.
  5. Dalam waktu kira-kira 1 minggu, maka semaian kita telah tumbuh dan bisa mulai kita tanam pada media tanam di dalam karung.
  6. Selanjutnya kita tinggal merawat tanaman cabe dengan menyiraminya.
Cara Budidaya Cabe Rawit Mudah Memanfaatkan Karung Bekas
 
Mudah bukan? Kita bisa menjadikan iseng sebagai alternatif tambahan penghasilan keluarga di rumah. Dari iseng-iseng menanam cabe bisa menambah penghasilan keluarga. Banyak keuntungan yang bisa kita peroleh dari iseng menanam cabe dalam karung tersebut di atas yang bisa kita baca pada: