Tuesday, November 11, 2014

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Laju Respirasi?

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Laju Respirasi? - Respirasi dan faktor yang menentukan laju respirasi - Peristiwa respirasi atau pernafasan akan menghasilkan sejumlah karbondioksida yang dilepas ke udara. Laju respirasi ini tidak tetap akan tetapi berfluktuasi dari waktu ke waktu sebagai akibat pengaruh berbagai faktor baik faktor dalam maupun faktor luar.

Terdapat 7 faktor yang yang mempengaruhi dan menentukan laju respirasi, yaitu sebagai berikut:

1. Suhu

Seluruh reaksi kimia yang terjadi pada makhluk hidup sangat dipengaruhi suhu. Perubahan suhu akan menimbulkan perubahan dalam reaksi biokimia tanaman, begitu juga dengan respirasi, Hubungan antara kenaikan suhu dengan reaksi biokimia pada pada tanaman secara kuantitatif dapat dinyatakan dengan persamaan berikut ini.

Faktor Apa Saja yang Mempengaruhi Laju Respirasi?

Q10 untuk reaksi respirasi adalah 2-3, ini berarti bahwa peningkatan suhu sebesar 10oC, akan meningkatkan laju reaksi 2-3 kali lipat. Oleh karena itu pada daerah panas, umbi kentang tidak dapat menjadi lebih besar karena fotosintesisnya rendah sedangkan respirasinya tinggi.

2. Ketersediaan oksigen dan karbondioksida

Ketersediaan oksigen ditempat terjadinya respirasi aerob sangat penting. Apabila oksigen tidak tersedia maka respirasi tidak berlangsung, dan seluruh proses respirasi terhenti dan bahan-bahan racun tertimbun sehingga tanaman menjadi mati.

Karbondioksida

Kadar karbondioksida yang tinggi (mencapai 10%) juga akan menghambat laju respirasi semakin rendah. Kondisi inilah yang selalu dimanfaatkan oleh pedagang hortikultura agar produk hortikulturanya tetap segar.

3. Cahaya

Cahaya meningkatkan respirasi secara tidak langsung yaitu melalui pengaruh cahaya terhadap fotosintesa. Dengan meningkatnya laju fotosintesa maka persediaan subtrat bahan baku meningkat, yang berarti juga meningkatkan respirasi.

Ada 3 ciri dari cahaya yang mempengaruhi fotosintesis, yaitu intensitas cahaya, kualitas cahaya, dan lamanya penyinaran.

a. Intensitas cahaya

Makin rendah intensiyas cahaya, makin rendah laju fotosintesis karena produksi ATP dan NADPH tidak cukup tinggi. Intensitas cahaya pada siang terik pada musim kemarau di Indonesia berada sekitar 10.000 kaki-lilin ( 1 kaki-lilin = intensiyas cahaya 1 lilin jarak 1 kaki), tetapi hanya 25-30% yang dipergunakan untuk fotosíntesis oleh tanaman. Pada bagian-bagian teduh bahkan hanya 10% saja. Oleh karena itu pada siang hari intensitas cahaya tidak merupakan faktor penghambat.

b. Kualitas cahaya

Kualitas cahaya ditentukan oleh proporsi dari warnawarna cahaya seperti merah, kuning, hijau, biru, dan sebagainya. klorofil menyerap warna didaerah biru dan merah, yaitu panjang gelombang yang paling banyak digunakan dalm proses fotosintesis. Sedangkan penyerapan yang terendah adalah warna hijau. Warna hijau dari daun menujukkan bahwa sinar hijau banyak dipantulkan. oleh karena itu sinar hijau kecil sekali pengaruhnya terhadap fototsintesis.

c. Lama penyinaran

Apabila CO2 serta faktor-faktor lain tidak terbatas, maka penyinaran secara terus-menerus akan menyebabkan terjadinya fotosintesis secara terus-menerus pula.

4. Pengurangan atau penambahan air

Biji kering mempunyai tingkat respirasi yang rendah, jika dilakukan penambahan air akan mengaktifkan enzim dan hal ini berarti respirasi meningkat.

5. Pengaruh mekanis dan zat kimia

Pelukaan, gosong terbakar, merupakan contoh-contoh yang dapat meningkatkan laju respirasi. Senyawa racun seperti sianida, arsenit sebagainya juga dapat membunuh tanaman yang berakibat pada penghambatan enzim respirasi.

6. Umur serta macam jaringan

Setiap macam jaringan memiliki laju respirasi yang berbeda satu sama lain. Laju respirasi dari jaringan muda lebih cepat dibandingkan dengan jaringan tua. Jaringan yang sedang aktif tumbuh juga memiliki laju respirasi yang tinggi.

7. Kandungan hara dalam tanah

Mg dan N merupakan dari bagian klorofil, jadi langsung berpengaruh pada fotosintesis. Unsur besi (Fe) adalah bagian dari sitokrom, jadi penting bagi reaksi terang. Sedangkan unsur P penting bagi fotosintesis karena merupakan bagian ATP/ADP. Mn peenting karena merupakan bagian dari enzim.

Monday, November 10, 2014

Fungsi Hasil Fotosintesis dan Penyimpanan Cadangan Makanan pada Tanaman

Fungsi Hasil Fotosintesis dan Penyimpanan Cadangan Makanan pada Tanaman - Fotosintesis adalah suatu proses biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga, dan beberapa jenis bakteri untuk memproduksi energi terpakai (nutrisi) dengan memanfaatkan energi cahaya.

Hampir semua makhluk hidup bergantung dari energi yang dihasilkan dalam fotosintesis. Akibatnya fotosintesis menjadi sangat penting bagi kehidupan di bumi. Fotosintesis juga berjasa menghasilkan sebagian besar oksigen yang terdapat di atmosfer bumi.

Organisme yang menghasilkan energi melalui fotosintesis (photos berarti cahaya) disebut sebagai fototrof. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi. Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang.

Hasil fotosintesis berupa glukosa dan oksigen

Penggunaan dan Penyimpanan hasil fotosintesis - Hasil fotosintesis dapat digunakan tanaman untuk beberapa pemeliharaan, perbaikan bagian-bagian yang rusak, sebagai bahan dasar pembentukan senyawa-senyawa bermanfaat lainnya, bahan baku untuk pembakaran, pertumbuhan/perkembangan serta aktivitas tubuh lainnya, dan disimpan dalam bentuk cadangan makanan.

Penyimpanan cadangan makanan tanaman dapat dalam bentuk:
  1. Buah, misalnya mangga, pepaya, rambutan, duku, dan sebagainya
  2. Biji, misalnya gandum, padi, jagung dan sebagainya
  3. Batang, misalnya tebu
  4. Umbi, yang dapat dibagi atas umbi akar (singkong dan bunga dahlia), batang (kentang) dan lapis (bawang).

Sunday, November 9, 2014

6 Faktor yang Menentukan Laju Fotosintesis

6 Faktor yang Menentukan Laju Fotosintesis - Fotosintesis berasal dari kata fot yang artinya cahayadan synthesis yang artinya menggabungkan atau penggabungan. Fotosintesis adalah suatu proses biokimia pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil.

Faktor-faktor yang menentukan laju fotosintesis. Secara umum, semua sel yang memiliki kloroplas berpotensi untuk dapat melangsungkan reaksi fotositesis.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang menentukan laju fotosintesis:

1. Intensitas cahaya

Laju fotosintesis akan meningkat sampai tingkat kompensasi cahaya, yaitu tingkat cahaya pada saat pengambilan CO2 sama dengan pengeluaran CO2 (laju pertukaran karbón=0). Apabila tingkat cahaya terus meningkat, akan berkuranglah kenaikan laju penyerapan CO2 untuk setiap hasil fotosintesis.

2. Konsentrasi karbondioksida

Semakin banyak karbondioksida di udara, maka semakin banyak juga jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis.

3. Suhu

Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimalnya. Umumnya laju fotosintensis meningkat seiring dengan meningkatnya suhu hingga batas toleransi enzim.

4. Kadar air

Kekurangan air atau cekaman kekeringan menyebabkan stomata tertutup, menghambat masuknya karbondioksida sehingga dapat mengurangi laju fotosintesis.

5. Kadar fotosintat

Jika kadar fotosintat seperti karbohidrat berkurang, laju fotosintesis akan naik. Bila kadar fotosintat bertambah atau bahkan sampai jenuh, laju fotosintesis akan berkurang.

6. Tahap pertumbuhan

Penelitian menunjukkan bahwa laju fotosintesis jauh lebih tinggi pada tumbuhan yang sedang berkecambah ketimbang tumbuhan dewasa. Hal ini mungkin dikarenakan tumbuhan berkecambah memerlukan lebih banyak energi dan makanan untuk tumbuh.