Budidaya Kroto Usaha Sampingan Keluarga

 on Sunday, May 25, 2014  

Selamat datang di blog Saraswati Update, Anda sedang membaca artikel tentang - Budidaya Kroto Usaha Sampingan Keluarga - Budidaya Kroto adalah usaha pemeliharaan dan pengambangan ternak semut rangrang penghasil kroto yang dilakukan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga. Usaha ini tidak memerlukan tenaga, biaya, dan waktu yang banyak, sehingga budidaya kroto ini dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga untuk membantu menambah penghasilan suami dalam mencukupi kebutuhan keluarga. Kroto adalah telur semut rangrang yang memiliki nilai ekonomis tinggi sebagai pakan burung kicauan. Harganya yang sangat tinggi hingga menembus kisaran Rp. 150.000,- per kg, membuat para pemburu kroto di alam semakin banyak, hal ini menyebabkan habitat semut rangrang di alam semakin menghilang. Hal ini mendatangkan dan menciptakan peluang usaha baru yang sangat menjanjikan sebagai usaha sampingan untuk menambah penghasilan keluarga.

Budidaya Kroto Usaha Sampingan Keluarga
Budidaya kroto akhir-akhir ini kian marak dilakukan oleh para pelaku budidaya peternakan. Kurangnya pasokan kroto dari alam menambah semangat para pembudidaya kroto untuk semakin mengembangakan peluang usaha yang satu ini. Bukan hanya laki-laki, perempuanpun ada yang sudah terjun dan berhasil membudidayakan semut rangrang penghasil kroto ini. Alasan memilih budidaya kroto adalah biaya produksinya yang sangat murah, perawatan yang sangat mudah, dan tidak memerlukan tempat yang luas, yang lebih penting, dapat dijadikan usaha sampingan yang bisa ditinggal atau tidak perlu ditunggui.

Cara memulai budidaya kroto

Ada dua cara memulai budidaya kroto, yaitu dengan membeli bibit semut rangrang dari peternak lain dan mencari bibit sendiri di alam. Kedua cara tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan sendiri sendiri.

Kelebihan memulai budidaya kroto dengan membeli bibit adalah lebih praktis, semut rangrang sudah teradaptasi pada sarang toples dengan baik, dan yang terpenting adalah langsung bisa menghasilkan, namun kekurangannya adalah bahwa bibit semut rangrang yang dibeli dari peternak harganya cukup mahal, berkisar antara Rp. 150.000,- hingga Rp. 175.000,- per toples, jika dikalikan dengan jumlah toples yang ingin kita miliki, sudah bisa kita hitung berapa modal usaha yang harus kita keluarkan.

Kelebihan memulai budidaya kroto dengan mencari bibit dari alam adalah, kita tidak memerlukan modal usaha yang besar seperti pada cara pertama tadi, namun kekurangannya adalah kita harus rela repot alias ribet dan siap diserang dengan gigitan semut rangrang ketika kita mencari bibit semut rangrang sendiri langsung dari alam, dan juga mungkin keberadaanya sekarang sudah semakin sulit ditemukan.

Kunci sukses budidaya semut rangrang

Jika ingin sukses dalam budidaya kroto atau budidaya semut rangrang adalah dengan memperbanyak jumlah koloni atau sarang toples, karena semakin banyak sarang toples yang kita miliki, maka semakin banyak pula kroto yang kita hasilkan, dan pada akhirnya, dengan banyaknya kroto yang dihasilkan, maka banyak pula uang yang akan kita dapatkan dari penjualan kroto tersebut.

Harga Kroto

Ini yang paling penting, yaitu harga kroto. Harga kroto di masing-masing wilayah berbeda-beda, di sebagian wilayah ada yang mencapai Rp. 150.000,- per kg, bahkan di Pekalongan kabarnya hingga Rp. 175.000,- per kg. Tertarikkah anda?

Demikian semoga bermanfaat dan selamat mencoba.
Budidaya Kroto Usaha Sampingan Keluarga 4.5 5 Unknown Sunday, May 25, 2014 Selamat datang di blog Saraswati Update, Anda sedang membaca artikel tentang - Budidaya Kroto Usaha Sampingan Keluarga - Budidaya Kroto ad...


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar