Analisis Kebutuhan Hara pada Tanaman Budidaya

 on Saturday, April 25, 2015  

KTT Saraswati - Analisis Kebutuhan Hara pada Tanaman Budidaya - Analisis kebutuhan hara - Gejala keracunan dari pemberian pupuk maupun pestisida dapat menyebabkan terhambatnya pertumbuhan perakaran tanaman. Untuk menghindari kesalahan dalam aplikasi pemberian kedua bahan kimia tersebut dibutuhkan analisa seberapa besar kebutuhan satu unsur yang mendukung pertumbuhan tanaman.

Analisa kesuburan tanah dan analisa daun selalu digunakan untuk memverifikasi defisiensi hara atau gejala keracunan. Analisis ini merupakan alternatif terbaik dalam memprediksii kebutuhan hara tanaman sebelum tanaman mengalamii cekaman (toksisitas) ataupun defisiensi.

Analisis tanah dan jaringan tanam keduanya akan memberikan alternatif untuk mengatasi kendala keterbatasan media tumbuh tanaman. Informasi yang lengkap ini akan mengurangi kegagalan panen pada budidaya yang dilakukan.

Analisis jaringan tanaman akan memberikan informasi status hara pada tanah dan tanaman.

Keberhasilan dari analisa tanah dan jaringan tanaman sangat tergantung pada:
  1. Metode pengumpulan dan sampel yang representatif
  2. Analisis yang akurat
  3. Kebenaran interpretasi hasil analisis
Analisis tanah

Berikut ini adalah tahapan dari proses analisis tanah. Diawali dengan proses pengambilan sampel tanah yang mewakili.

Tanah yang diambil adalah tanah yang akan digunakan sebagai media tumbuh tanaman. Untuk akurasi umumnya dibutuhkan lebih kurang setengah kilogram tanah per satu titik sampel.

Tanah yang diambil bersifat heterogen, tidak tertumpu pada satu bagian saja dari hamparan tanah yang tersedia.

Untuk menghasilkan data yang akurat umumnya dibutuhkan lebih kurang 20 titik sampel per satu hektar lahan.

Kemudian 10 sampel tanah dijadikan satu dan sepuluh lainnya pada kelompok kedua.

Perlu diketahui hasil analis tanah ini tidak mengukur hara yang tersedia untuk tanaman akan tetapi merupakan indeks dari sejumlah hara dalam tanah.

Analisis jaringan tanaman

Analisis tanaman dimulai dengan melakukan pengumpulan sampel yang mewakili. Pengelompokan sampel tanaman dilakukan berdasarkan spesies, fase pertumbuhan tanaman, dan dalam bentuk apa ion hara yang akan diamati.

Umumnya kandungan hara dalam tanaman berfluktuasi sejalan dengan fase pertumbuhannya.

Kandungan hara lebih kecil pada tanaman yang tua, dan bervariasi di antara bagian-bagian tanaman. Misalnya jaringan reproduksi umumnya memiliki konsentrasi posfor yang lebih tinggi dibandingkan dengan jaringan vegetatif.

Analisis jaringan sangat menolong kita untuk lebih memahami kondisi pertanaman kita.

Sampel yang diambil merupakan sampel yang berasal dari dua areal yang berbeda, satu areal dimana tanaman dapat tumbuh normal dan satu lagi pada daerah yang mengalami gejala.
Analisis Kebutuhan Hara pada Tanaman Budidaya 4.5 5 Rinoto Rin Saturday, April 25, 2015 KTT Saraswati - Analisis Kebutuhan Hara pada Tanaman Budidaya - Analisis kebutuhan hara - Gejala keracunan dari pemberian pupuk maupun pes...


No comments:

Post a Comment

Terima kasih sudah membaca blog saya, silahkan tinggalkan komentar