Sunday, May 19, 2013

Belut dan Kebiasaan Hidupnya di Alam

Belut dan Kebiasaan Hidupnya di Alam - Saraswati Update - Kebiasaan hidup belut di alam perlu diketahui oleh para peternak ataupun yang akan mulai beternak belut, agar dalam beternak nanti dapat menyesuaikan keadaan kolam dengan habitat aslinya di alam. Para peternak belut harus mengetahui makanan belut di alam dan kebiasaan hidup belut di sawah. Dengan mempelajari kebiasaan hidup belut di alam, paling tidak kita akan menjadi lebih tahu tentang belut, sehingga dapat merawatnya dengan baik yang tujuan akhirnya mendapatkan keuntungan.

Kebiasaan Belut di Alam
Belut adalah binatang yang tahan hidup lama di dalam lumpur, meski lumpur tersebut sudah tidak ada airnya. Belut dapat bertahan hidup di lumpur karena mempunyai alat pernafasan tambahan berupa kulit tipis berlendir yang terdapat di rongga mulutnya. Kulit tipis berlendir itu berfungsi untuk mendapatkan oksigen secara langsung dari udara. Kalau diperhatikan, belut tangkapan yang di tempatkan di ember dan diberi air, maka belut sesekali akan muncul ke permukaan air dan membuka mulutnya untuk mendapatkan oksigen secara langsung dari udara, karena oksigen yang terdapat di air di dalam ember terbatas.

video

Makanan Belut Di Alam

Belut adalah hewan carnivore yaitu hewan pemakan daging. Anak belut biasanya memakan jasad renik yang berada di sekitarnya yaitu zoo plankton dan zoo benthos. Belut yang sudah dewasa, selain memakan jasad renik tersebut, juga memakan hewan-hewan kecil yang berada di sekelilingnya, seperti larva, serangga, cacing, siput, berudu, ikan-ikan kecil, dan keong sawah.

Untuk mendapatkan makanannya, belut di malam hari langsung mencari makanannya dengan keluar dari lobang persembunyiannya, tetapi pada sing hari belut hanya menunggu mangsanya datang sendiri ke lobang persembunyiannya atau lobang jebakan yang telah dibuatnya untuk menjebak mangsanya datang memasuki lobang.

Perkembangbiakan Belut di Alam

Menurut penelitian Wu dan Liu, belut liar di alam/sawah melakukan perkawinannya hanya sekali dan masa perkawinannya itu sangat panjang, yaitu dari musim penghujan sampai dengan datangnya musim kemarau. Pada waktu hujan yang pertama kali, belut-belut remaja mulai mencari pasangan untuk melakukan perkawinan. Belut melakukan perkawinan pada suhu udara sekitar 28 derajat celcius.

Belut membuat lubang untuk melakukan perkawinan dan untuk meletakkan telur-telurnya nanti. Biasanya lobang untuk melakukan perkawinan ini lebih dalam dibandingkan dengan lobang jebakan mangsanya. Lobang ini dibuat di tepian yang dangkal dengan ketinggian air tidak lebih dari 10 cm. Lubang tersebut memiliki dua ujung seperti huruf U.

Lubang perkawinan ini biasanya dibuat oleh belut jantan. Setelah lubang perkawinan selesai dibuat, belut jantan akan membuat busa untuk menutup salah satu permukaan lobang tersebut. Biasanya para pencari belut di sawah sudah mengetahui, bahwa lubang belut yang berbusa itu adalah sarang belut yang biasanya untuk perkawinan dan meletakkan telur, serta untuk merawat larva belut setelah menetas. Sebenarnya busa yang dibuat oleh belut jantan adalah alat untuk menarik perhatian belut betina sehingga datang ke lobang tersebut untuk melakukan perkawinan.

Lobang yang di permukaannya terdapat busa menandakan bahwa penghuninya adalah belut jantan yang menandakan bahwa belut jantan tersebut telah siap melakukan perkawinan. Perkawinan belut terjadi pada malam hari menjelang subuh.

Setelah melakukan perkawinan, kemudian belut betina bertelur dan diletakkan di permukaan lobang agak masuk sedikit kira-kira 5 cm di bawah permukaan lumpur yang membentuk sebuah goa kecil. Setelah bertelur, belut betina akan pergi dari lobang tersebut dan mencari lobang lain dengan belut jantan lainnya. Perawatan telur belut dilakukan oleh belut jantan hingga telur itu menetas menjadi larva, bahkan hingga larva tersebut dapat mencari makan keluar lobang sendiri.

Belut betina ukuran tubuhnya lebih kecil dari belut jantan, sehingga telur yang dihasilkannya juga sedikit sekitar 50 butir saja. Dari 50 butir telur tersebut, oleh belut betina tidak langsung ditelurkan dalam satu lobang saja, melainkan di beberapa lobang perkawinan lainnya, sehingga satu lobang dengan lobang lainnya, jumlah telurnya akan berbeda-beda.

Belut betina yang sedang merawat telur hingga menetas, biasanya akan memiliki sifat buas. Belut jantan ini akan melindungi telur-telurnya dari serangan musuh. Kebuasan belut jantan tersebut terbukti, ketika kita memasukkan tangan ke dalam lobang yang berisi telur, jari tangan kita akn diserang dengan gigitan. Bukti lain, ketika dipancing, belut tersebut akan langsung menggigitnya, yang menurut para pemancing, umpannya disantap, padahal itu adalah upaya belut jantan dalam melindungi telur yang dijaganya. Dan kenyataannya memang sulit untuk memancing belut yang berada di lubang yang ada busanya, karena belut itu bukan memakan umpan, tetapi hanya sekedar menggigit dan menyerang umpan itu karena dianggap sebagai musuhnya. Kalaupun ada belut yang sampai kena pancing, itu hanya kebetulan saja mata kailnya menyangkut pada mulut belut.

Menurut penelitian, telur belut akan menetas setelah berumur 8 sampai 10 hari dalam suhu 28 hingga 32 derajat celcius. Dan larva belut akan dapat hidup sendiri setelah berumur 2 minggu. Video di atas yang kami sertakan adalah video tentang anak belut yang kami tangkap dari sawah.

No comments:

Post a Comment